Pertamina Temukan Sumur Migas Baru di Kepulauan Seribu

Pertamina Temukan Sumur Migas Baru di Kepulauan Seribu

Pertamina Temukan Sumur Migas Baru di Kepulauan Seribu PT Pertamina (Persero) telah menyelesaikan pemboran sumur eksplorasi Fanny-2 yang berstatus Oil and Gas Discovery melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES).

Pertamina Temukan Sumur Migas Baru di Kepulauan Seribu

Ephratamerchants – Per 1 April 2021, pengelolaan kegiatan eksplorasi PHEOSES adalah sub-holding eksplorasi hulu wilayah Jawa, dan pemboran sumur Fanny-2 adalah wilayah pasca rekonstruksi untuk mempercepat pengembangan sumber daya malaikat yang belum dikembangkan strategi Kompleks perumahan.

Kawasan PHEOSES diharapkan dapat berkontribusi langsung untuk mendukung produksi berkelanjutan di kawasan PHEOSES, sekaligus mendukung target produksi dalam negeri sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari sampai 2030.

Baca Juga : Menengok Dampak PPKM Terhadap Pasar Saham Indonesia

Ini termasuk menunjukkan bahwa setelah restrukturisasi PT Pertamina (Persero) yang membentuk sub-holding lebih dari setahun kemudian, menunjukkan manfaat positif dalam operasi terintegrasinya.

Lokasi sumur Fanny-2 berada di kawasan Central Business Unit (CBU) Blok OSES, lebih tepatnya di kawasan Kompleks Eksplorasi Gugus Bidadari, sekitar 2 km sebelah barat Pulau Savira di Kepulauan Seribu, dan merupakan bagian dari Kepulauan Seribu.

“Penemuan migas dari sumur Fanny-2 merupakan bukti adanya ide-ide baru, stimulus baru dalam pengerjaan brownfield seperti blok OSES, dengan hasil yang positif,” kata Sub Holding Eksplorasi Hulu Medi Kurniawan. Rabu (18 Agustus 2021).

Secara khusus, angel cluster ini merupakan kawasan prioritas eksplorasi, yang memiliki beberapa konfigurasi temuan migas yang memerlukan informasi tambahan untuk pengembangan lapangan.

Baca Juga : Pemerintah Diminta Tak Jadikan Impor Obat Covid-19 Kebijakan Jangka Panjang

Sumur Fanny-2 digali pada 13 Maret 2021 dan selesai (rig dilepas) pada 24 Juni 2021. Tujuan pemboran sumur Fanny-2 adalah untuk mengetahui jumlah sumber daya minyak dan gas di struktur Fanny.

Ini adalah minyak dan gas yang terkandung dalam komposisi batupasir Formasi Taran Akar, dan sebagai hasil uji produksi pada susunan bawah Formasi Zelda 44 (DST #2), gas fluida 4,95 mmscfd, kondensat 241 BCPD 28/64 inci untuk bukaan choke Akibat proses sirkulasi juga ditemukan oli hingga ke permukaan Zelda intermediate layer DST #3.

Dengan bantuan seluruh pemangku kepentingan di Zona 6, Regional Jawa, dan Sub-Holding Hulu, seluruh operasi pengeboran dapat berhasil diselesaikan dalam waktu 109 hari dengan nol LTI.

Operasi dapat dilakukan dengan lancar dalam situasi pandemi COVID-19. Ini adalah hasil dari nol kasus covid 19 dan menunjukkan bahwa dengan perencanaan dan mitigasi yang tepat, operasi lapangan dalam kategori berisiko tinggi ini dapat dilakukan dengan baik.