Penurunan Harga CPO Tak Begitu Berdampak Pada Saham Salim Ivomas (SIMP)

Penurunan Harga CPO Tak Begitu Berdampak Pada Saham Salim Ivomas (SIMP)

Penurunan Harga CPO Tak Begitu Berdampak Pada Saham Salim Ivomas (SIMP) Tren penurunan harga minyak sawit mentah tahun ini diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap prospek kinerja PT Salim Ivomas Pratama Tbk.

Penurunan Harga CPO Tak Begitu Berdampak Pada Saham Salim Ivomas (SIMP)

ephratamerchants Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai tren positif kinerja SIMP pada kuartal I 2021 dapat berlanjut pada tahun ini. Hal ini terjadi di tengah anjloknya harga CPO. Dia menjelaskan, sentimen yang mendukung kinerja SIMP terletak pada siklus bisnis Grup Salim, yang terlalu membantu emiten di bawahnya.

Reza mengatakan, peningkatan kinerja SIMP ditopang penjualan ke anak perusahaan. Produk sawit tersebut berasal dari PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) sebagian besar dapat dijual ke SIMP, yang kemudian mengolahnya menjadi berbagai macam produk.

Produk olahan SIMP seperti Bimoli Kachueleg, kemudian dijual kembali ke emiten Salim Group lainnya, yakni PT Indofood CBP Success Makmur Tbk. (ICBP) yang dipasarkan oleh PT Indoritel Makmur International Tbk. (DNET), yang merupakan administrator jaringan bisnis cluster.

Baca Juga : Bank Sentral Sebut Ekonomi China Makin Stabil

“Dari siklus ini terlihat bahwa bisnis end-to-end Grup Salim saling mendukung, terutama bisnis konsumer yang banyak membantu di lini kelapa sawit dan produk olahannya,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Reza mengatakan tren penurunan harga CPO tidak terlalu berdampak pada kinerja SIMP. Pasalnya, pergerakan harga CPO di pasar mengandung unsur spekulasi, baik di pasar spot maupun di pasar berjangka.

Sementara itu, transaksi SIMP di lapangan ditopang oleh volume penjualan yang diperkirakan tetap tinggi pada tahun 2021. Hal itu juga yang menjadi usulan pembelian SIMP, mengingat potensi penjualan akan tumbuh lagi tahun ini.

Hal senada dikatakan Kepala Perdagangan Saham MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio. Menurutnya, dengan siklus ekonomi yang terlalu berat bagi lingkungan emiten Salim Group, kinerja SIMP diperkirakan akan optimal tahun ini.

“Sejak Mei 2021, harga CPO terkoreksi cukup dalam. Namun, tampaknya LSIP dan SIMP selalu dapat melindungi kinerja selama kuartal berikutnya, bahkan jika Anda diliputi oleh sentimen ini, “kata Frankie.

Tak ayal, penyesuaian harga CPO justru berisiko membuat penjualan minyak sawit LSIP kembali menggelinding ke SIMP. Namun, koreksi harga dapat memperkuat margin SIMP seiring dengan turunnya harga produk turunan sawit, terutama minyak goreng.

Dia melanjutkan, dampak penurunan harga CPO juga terlihat pada koreksi harga saham SIMP. Di sisi lain, ini merupakan peluang bagi investor untuk meningkatkan sahamnya, karena ada kemungkinan kenaikan harga yang cukup tinggi.

Baca Juga : Bisnis Dalam PPKM Darurat Untuk Bisa Bertahan 2021

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, SIMP telah membukukan laba tahun berjalan yang dibayarkan kepada induk perusahaan sebesar Rp106 miliar pada kuartal I 2021. Laba ini berbanding terbalik dengan rugi saat ini sebesar Rp52 miliar dibandingkan dengan yang sama. Periode tahun sebelumnya.

SIMP juga membukukan pendapatan Rp 4,69 triliun pada kuartal I 2021, naik 42% dibandingkan Rp 3,3 triliun pada kuartal I 2020. Pendapatan tersebut terdiri dari 87% penjualan minyak dan lemak nabati (EOF) dan 13% penjualan . dari hasil perkebunan.

Manajemen SIMP mengatakan, peningkatan pendapatan ditopang oleh kenaikan harga jual yang umumnya berasal dari produk sawit, serta minyak nabati dan produk berlemak yang juga dibarengi dengan peningkatan volume penjualan produk minyak nabati.