Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Cukai Rokok

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Cukai Rokok

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Cukai Rokok Pemerintah berencana menaikkan tarif pajak konsumsi rokok pada 2021 untuk mengendalikan konsumsi rokok, termasuk mengurangi prevalensi perokok.

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Cukai Rokok

Ephratamerchants – Otoritas fiskal menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau pada 2022 meningkat dari sebelumnya Rp 173 triliun menjadi Rp 193 triliun pada 2022. Tarif pajak penjualan tembakau berpotensi untuk meningkatkan penerimaan pajak konsumsi tembakau. Ini akan naik sangat tinggi dari tahun ini.

Baca Juga : Pertamina Siapkan Rencana Tingkatkan Produksi Blok Rokan

Target penerimaan cukai hasil tembakau 2021 pada 2021 sebesar Rp 173,78 triliun. Angka-angka berikut meningkat Rp8,84 triliun dari target 2020 sebesar Rp164,94 triliun. agen bola Untuk mencapai target kenaikan tersebut, rata-rata kenaikan cukai hasil tembakau pada tahun 2021 telah ditetapkan sebesar 12,5%. Kenaikan 12,5% ini jauh melebihi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020.

Soeseno, Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, mengatakan jika pajak konsumsi tembakau dinaikkan, konsumsi tembakau akan terus meningkat, tetapi masyarakat akan diturunkan ke tembakau ilegal.

Rokok ilegal dengan harga lebih murah, termasuk belanja rokok dengan harga lebih murah.

Baca Juga : Jenis Produk Obat-obatan dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal

Kepala Biro Sarana Teknis Seksi Cukai dan Harga Dasar I DJBC Putu Eko Prasetio mengatakan, kenaikan tarif cukai hasil tembakau memicu peningkatan tembakau ilegal setiap tahunnya.

Berdasarkan data DJBC, tingkat peredaran tembakau ilegal pada tahun 2020 mencapai 4,86% dan mencapai 3% pada tahun 2019. Hal ini dikarenakan tarif pajak konsumsi tembakau untuk tahun berikutnya biasanya mencapai 23,5%.

Karena itu, terkait cukai hasil tembakau 2022, Putu mengatakan pemerintah akan melakukannya dengan pertimbangan. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan peredaran rokok ilegal.